Ayat 1 Surah Al-Qiyamah
لَآ أُقْسِمُ بِيَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ
Lā uqsimu biyaumil-qiyāmah(ti).
Artinya: Aku bersumpah demi hari Kiamat.
لَآ أُقْسِمُ بِيَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ
Lā uqsimu biyaumil-qiyāmah(ti).
Artinya: Aku bersumpah demi hari Kiamat.
لَآ أُقْسِمُ بِيَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ
Lā uqsimu biyaumil-qiyāmah(ti).
Aku bersumpah demi hari Kiamat.
وَلَآ أُقْسِمُ بِٱلنَّفْسِ ٱللَّوَّامَةِ
Wa lā uqsimu bin nafsil-lawwāmah(ti).
Aku bersumpah demi jiwa yang sangat menyesali (dirinya sendiri).
أَيَحْسَبُ ٱلْإِنسَـٰنُ أَلَّن نَّجْمَعَ عِظَامَهُۥ
Ayaḥsabul-insānu allan najma‘a ‘iẓāmah(ū).
Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya?
بَلَىٰ قَـٰدِرِينَ عَلَىٰٓ أَن نُّسَوِّىَ بَنَانَهُۥ
Balā qādirīna ‘alā an nusawwiya banānah(ū).
Tentu, (bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna.
بَلْ يُرِيدُ ٱلْإِنسَـٰنُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُۥ
Bal yurīdul-insānu liyafjura amāmah(ū).
Akan tetapi, manusia hendak berbuat maksiat terus-menerus.
يَسْـَٔلُ أَيَّانَ يَوْمُ ٱلْقِيَـٰمَةِ
Yas'alu ayyāna yaumul-qiyāmah(ti).
Dia bertanya, “Kapankah hari Kiamat itu?”
فَإِذَا بَرِقَ ٱلْبَصَرُ
Fa iżā bariqal-baṣar(u).
Apabila mata terbelalak (ketakutan),
وَخَسَفَ ٱلْقَمَرُ
Wa khasafal-qamar(u).
bulan pun telah hilang cahayanya,
وَجُمِعَ ٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ
Wa jumi‘asy-syamsu wal-qamar(u).
serta matahari dan bulan dikumpulkan,
يَقُولُ ٱلْإِنسَـٰنُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ ٱلْمَفَرُّ
Yaqūlul-insānu yauma'iżin ainal-mafarr(u).
pada hari itu manusia berkata, “Ke mana tempat lari?”
كَلَّا لَا وَزَرَ
Kallā lā wazar(a).
Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung.
إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ ٱلْمُسْتَقَرُّ
Ilā rabbika yauma'iżinil-mustaqarr(u).
(Hanya) kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu.
يُنَبَّؤُا۟ ٱلْإِنسَـٰنُ يَوْمَئِذٍۭ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ
Yunabba'ul-insānu yauma'iżim bimā qaddama wa akhkhar(a).
Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dia kerjakan dan apa yang telah dia lalaikan.
بَلِ ٱلْإِنسَـٰنُ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ بَصِيرَةٌ
Balil-insānu ‘alā nafsihī baṣīrah(tun).
Bahkan, manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri735)
وَلَوْ أَلْقَىٰ مَعَاذِيرَهُۥ
Wa lau alqā ma‘āżīrah(ū).
walaupun dia mengemukakan alasan-alasan(-nya).
لَا تُحَرِّكْ بِهِۦ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِۦٓ
Lā tuḥarrik bihī lisānaka lita‘jala bih(ī).
Jangan engkau (Nabi Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur’an) karena hendak tergesa-gesa (menguasai)-nya.
إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُۥ وَقُرْءَانَهُۥ
Inna ‘alainā jam‘ahū wa qur'ānah(ū).
Sesungguhnya tugas Kamilah untuk mengumpulkan (dalam hatimu) dan membacakannya.
فَإِذَا قَرَأْنَـٰهُ فَٱتَّبِعْ قُرْءَانَهُۥ
Fa iżā qara'nāhu fattabi‘ qur'ānah(ū).
Maka, apabila Kami telah selesai membacakannya, ikutilah bacaannya itu.
ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُۥ
Ṡumma inna ‘alainā bayānah(ū).
Kemudian, sesungguhnya tugas Kami (pula)-lah (untuk) menjelaskannya.
كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ ٱلْعَاجِلَةَ
Kallā bal tuḥibbūnal-‘ājilah(ta).
Sekali-kali tidak! Bahkan, kamu mencintai kehidupan dunia,
وَتَذَرُونَ ٱلْـَٔاخِرَةَ
Wa tażarūnal-‘ākhirah(ta).
dan mengabaikan (kehidupan) akhirat.
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ
Wujūhuy yauma'iżin nāḍirah(tun).
Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri
إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ
Ilā rabbihā nāẓirah(tun).
(karena) memandang Tuhannya.
وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍۭ بَاسِرَةٌ
Wa wujūhuy yauma'iżim bāsirah(tun).
Wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram
تَظُنُّ أَن يُفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ
Taẓunnu ay yuf‘ala bihā fāqirah(tun).
(karena) mereka yakin akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat.
كَلَّآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلتَّرَاقِىَ
Kallā iżā balagatit-tarāqiy(a).
Sekali-kali tidak! Apabila (nyawa) telah sampai di kerongkongan,
وَقِيلَ مَنْ ۜ رَاقٍ
Wa qīla man…rāq(in).
dan dikatakan (kepadanya), “Siapa yang (dapat) menyembuhkan?”
وَظَنَّ أَنَّهُ ٱلْفِرَاقُ
Wa ẓanna annahul-firāq(u).
Dia pun yakin bahwa itulah waktu perpisahan (dengan dunia),
وَٱلْتَفَّتِ ٱلسَّاقُ بِٱلسَّاقِ
Waltaffatis-sāqu bis-sāq(i).
dan bertautlah betis (kiri) dengan betis (kanan).736)
إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ ٱلْمَسَاقُ
Ilā rabbika yauma'iżinil-masāq(u).
Kepada Tuhanmulah pada hari itu (manusia) digiring.