فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ
Fakażżabūhu fa'innahum lamuḥḍarūn(a).
Mereka kemudian mendustakannya (Ilyas). Sesungguhnya mereka akan diseret (ke neraka),
Baca Al-Quran Halaman 451 memuat As-Saffat ayat 127-153 dengan teks Arab jelas, terjemahan bahasa Indonesia, dan audio murottal per ayat.
فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ
Fakażżabūhu fa'innahum lamuḥḍarūn(a).
Mereka kemudian mendustakannya (Ilyas). Sesungguhnya mereka akan diseret (ke neraka),
إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ
Illā ‘ibādallāhil-mukhlaṣīn(a).
kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih (karena keikhlasannya).
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى ٱلْـَٔاخِرِينَ
Wa taraknā ‘alaihi fil-ākhirīn(a).
Kami mengabadikan untuknya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian,
سَلَـٰمٌ عَلَىٰٓ إِلْ يَاسِينَ
Salāmun ‘alā ilyāsīn(a).
“Salam sejahtera atas Ilyas dan kaumnya.”
إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ
Innā każālika najzil-muḥsinīn(a).
Sesungguhnya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُؤْمِنِينَ
Innahū min ‘ibādinal-mu'minīn(a).
Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin.
وَإِنَّ لُوطًا لَّمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ
Wa inna lūṭal laminal-mursalīn(a).
Sesungguhnya Lut benar-benar termasuk para rasul.
إِذْ نَجَّيْنَـٰهُ وَأَهْلَهُۥٓ أَجْمَعِينَ
Iż najjaināhu wa ahlahū ajma‘īn(a).
(Ingatlah) ketika Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya semua,
إِلَّا عَجُوزًا فِى ٱلْغَـٰبِرِينَ
Illā ‘ajūzan fil-gābirīn(a).
kecuali seorang perempuan tua (istrinya) yang termasuk golongan (orang-orang kafir) yang tertinggal.
ثُمَّ دَمَّرْنَا ٱلْـَٔاخَرِينَ
Ṡumma dammarnal-ākharīn(a).
Kemudian, Kami binasakan yang lain.652)
وَإِنَّكُمْ لَتَمُرُّونَ عَلَيْهِم مُّصْبِحِينَ
Wa innakum latamurrūna ‘alaihim muṣbiḥīn(a).
Sesungguhnya kamu (penduduk Makkah) benar-benar akan melintasi (bekas-bekas kehancuran) mereka pada waktu pagi
وَبِٱلَّيْلِ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Wa bil-lail(i), afalā ta‘qilūn(a).
dan waktu malam. Mengapa kamu tidak mengerti?
وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ
Wa inna yūnusa laminal-mursalīn(a).
Sesungguhnya Yunus benar-benar termasuk para rasul.
إِذْ أَبَقَ إِلَى ٱلْفُلْكِ ٱلْمَشْحُونِ
Iż abaqa ilal-fulkil-masyḥūn(i).
(Ingatlah) ketika dia berlari ke kapal yang penuh muatan,
فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ ٱلْمُدْحَضِينَ
Fa sāhama fakāna minal-mudḥaḍīn(a).
kemudian dia ikut diundi,653) maka dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian).
فَٱلْتَقَمَهُ ٱلْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ
Faltaqamahul-ḥūtu wa huwa mulīm(un).
Dia kemudian ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.654)
فَلَوْلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلْمُسَبِّحِينَ
Falau lā annahū kāna minal-musabbiḥīn(a).
Seandainya dia bukan golongan orang yang banyak bertasbih kepada Allah,
لَلَبِثَ فِى بَطْنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
Lalabiṡa fī baṭnihī ilā yaumi yub‘aṡūn(a).
niscaya dia akan tetap tinggal di perutnya (ikan) sampai hari Kebangkitan.
۞ فَنَبَذْنَـٰهُ بِٱلْعَرَآءِ وَهُوَ سَقِيمٌ
Fa nabażnāhu bil-‘arā'i wa huwa saqīm(un).
Kami kemudian melemparkannya (dari mulut ikan) ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit.
وَأَنۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّن يَقْطِينٍ
Wa ambatnā ‘alaihi syajaratam miy yaqṭīn(in).
Kami kemudian menumbuhkan tanaman sejenis labu untuknya.
وَأَرْسَلْنَـٰهُ إِلَىٰ مِا۟ئَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ
Wa arsalnāhu ilā mi'ati alfin au yazīdūn(a).
Kami mengutusnya kepada seratus ribu (orang) atau lebih,
فَـَٔامَنُوا۟ فَمَتَّعْنَـٰهُمْ إِلَىٰ حِينٍ
Fa'āmanū famatta‘nāhum ilā ḥīn(in).
lalu mereka beriman. Maka, Kami menganugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu.
فَٱسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ ٱلْبَنَاتُ وَلَهُمُ ٱلْبَنُونَ
Fastaftihim alirabbikal-banātu wa lahumul-banūn(a).
(Wahai Nabi Muhammad,) tanyalah mereka (orang-orang kafir Makkah), “Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan, sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki655)
أَمْ خَلَقْنَا ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ إِنَـٰثًا وَهُمْ شَـٰهِدُونَ
Am khalaqnal-malā'ikata ināṡaw wa hum syāhidūn(a).
atau Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan, sedangkan mereka menyaksikan(-nya)?”
أَلَآ إِنَّهُم مِّنْ إِفْكِهِمْ لَيَقُولُونَ
Alā innahum min ifkihim layaqūlūn(a).
Ingatlah, sesungguhnya mereka benar-benar mengatakan dengan kebohongan mereka,
وَلَدَ ٱللَّهُ وَإِنَّهُمْ لَكَـٰذِبُونَ
Waladallāh(u), wa innahum lakāżibūn(a).
“Allah mempunyai anak.” Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.
أَصْطَفَى ٱلْبَنَاتِ عَلَى ٱلْبَنِينَ
Aṣṭafal-banāti ‘alal-banīn(a).
Apakah Dia (Allah) lebih memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?