مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ
Mā lakum, kaifa taḥkumūn(a).
Apa yang telah terjadi pada kamu? Bagaimana kamu menetapkan(-nya)?
Baca Al-Quran Halaman 452 memuat As-Saffat ayat 154-182 dengan teks Arab jelas, terjemahan bahasa Indonesia, dan audio murottal per ayat.
مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ
Mā lakum, kaifa taḥkumūn(a).
Apa yang telah terjadi pada kamu? Bagaimana kamu menetapkan(-nya)?
أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
Afalā tażakkarūn(a).
Maka, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
أَمْ لَكُمْ سُلْطَـٰنٌ مُّبِينٌ
Am lakum sulṭānum mubīn(un).
Ataukah kamu mempunyai bukti yang jelas?
فَأْتُوا۟ بِكِتَـٰبِكُمْ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ
Fa'tū bikitābikum in kuntum ṣādiqīn(a).
(Kalau begitu,) bawalah kitabmu jika kamu orang-orang yang benar.
وَجَعَلُوا۟ بَيْنَهُۥ وَبَيْنَ ٱلْجِنَّةِ نَسَبًا ۚ وَلَقَدْ عَلِمَتِ ٱلْجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ
Wa ja‘alū bainahū wa bainal-jinnati nasabā(n), wa laqad ‘alimatil-jinnatu innahum lamuḥḍarūn(a).
Mereka menjadikan (hubungan) nasab antara Dia dan jin. Sungguh, jin benar-benar telah mengetahui bahwa mereka (kaum musyrik) pasti akan diseret (ke neraka),
سُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ
Subḥānallāhi ‘ammā yaṣifūn(a).
Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan,
إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ
Illā ‘ibādallāhil-mukhlaṣīn(a).
kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih (karena keikhlasannya).
فَإِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ
Fa'innakum wa mā ta‘budūn(a).
Maka, sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu
مَآ أَنتُمْ عَلَيْهِ بِفَـٰتِنِينَ
Mā antum ‘alaihi bifātinīn(a).
tidak akan dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,
إِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ ٱلْجَحِيمِ
Illā man huwa ṣālil-jaḥīm(i).
kecuali orang yang akan masuk ke (neraka) Jahim.
وَمَا مِنَّآ إِلَّا لَهُۥ مَقَامٌ مَّعْلُومٌ
Wa mā minnā illā lahū maqāmum ma‘lūm(un).
(Malaikat berkata,) “Tidak satu pun di antara kami, kecuali masing-masing mempunyai kedudukan tertentu.
وَإِنَّا لَنَحْنُ ٱلصَّآفُّونَ
Wa innā lanaḥnuṣ-ṣāffūn(a).
Sesungguhnya kamilah yang selalu teratur dalam barisan (dalam melaksanakan perintah Allah).
وَإِنَّا لَنَحْنُ ٱلْمُسَبِّحُونَ
Wa innā lanaḥnul-musabbiḥūn(a).
Sesungguhnya kamilah yang benar-benar terus bertasbih (kepada Allah).”
وَإِن كَانُوا۟ لَيَقُولُونَ
Wa in kānū layaqūlūn(a).
Sesungguhnya mereka (orang kafir Makkah) benar-benar berkata,
لَوْ أَنَّ عِندَنَا ذِكْرًا مِّنَ ٱلْأَوَّلِينَ
Lau anna ‘indanā żikram minal-awwalīn(a).
“Seandainya di sisi kami ada sebuah kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang terdahulu,
لَكُنَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ
Lakunnā ‘ibādallāhil-mukhlaṣīn(a).
niscaya kami akan menjadi hamba-hamba Allah yang terpilih.
فَكَفَرُوا۟ بِهِۦ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
Fa kafarū bih(ī), fasaufa ya‘lamūn(a).
Akan tetapi, ternyata mereka mengingkarinya (Al-Qur’an). Maka, kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).
وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا ٱلْمُرْسَلِينَ
Wa laqad sabaqat kalimatunā li‘ibādinal-mursalīn(a).
Sungguh, janji Kami benar-benar telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul.
إِنَّهُمْ لَهُمُ ٱلْمَنصُورُونَ
Innahum lahumul-manṣūrūn(a).
Sesungguhnya merekalah yang pasti akan mendapat pertolongan,
وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ ٱلْغَـٰلِبُونَ
Wa inna jundanā lahumul-gālibūn(a).
dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang.
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ حِينٍ
Fatawalla ‘anhum ḥattā ḥīn(in).
Maka, berpalinglah engkau (Nabi Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu!
وَأَبْصِرْهُمْ فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ
Wa abṣirhum, fa saufa yubṣirūn(a).
Lihatlah mereka! Maka, kelak mereka akan melihat (azab itu).
أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ
Afabi‘ażābinā yasta‘jilūn(a).
Maka, apakah mereka meminta agar azab Kami disegerakan?
فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَآءَ صَبَاحُ ٱلْمُنذَرِينَ
Fa iżā nazala bisāḥatihim fa sā'a ṣabāḥul-munżarīn(a).
Apabila turun (siksaan itu) di halaman mereka, sangat buruklah pagi hari bagi orang-orang yang diperingatkan itu.
وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ حِينٍ
Wa tawalla ‘anhum ḥattā ḥīn(in).
Berpalinglah engkau (Nabi Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu.
وَأَبْصِرْ فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ
Wa abṣir, fasaufa yubṣirūn(a).
Lihatlah (mereka)! Maka, kelak mereka akan melihat (azab itu).
سُبْحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ
Subḥāna rabbika rabbil-‘izzati ‘ammā yaṣifūn(a).
Maha Suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan dari apa yang mereka sifatkan.
وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلْمُرْسَلِينَ
Wa salāmun ‘alal-mursalīn(a).
Selamat sejahtera bagi para rasul.
وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
Wal-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn(a).
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.