Surah At-Tur

الطور

Bukit • 49 Ayat • makkah

Ayat 28 Surah At-Tur

Share WhatsApp ← Lihat Seluruh Surah

إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْبَرُّ ٱلرَّحِيمُ

Innā kunnā min qablu nad‘ūh(u), innahū huwal-barrur-raḥīm(u).

Artinya: Sesungguhnya kami menyembah-Nya sejak dahulu. Sesungguhnya hanya Dialah Yang Maha Luas kebajikan-Nya lagi Maha Penyayang.”

Bacaan Ayat Surah At-Tur

Ayat 1

وَٱلطُّورِ

Waṭ-ṭūr(i).

Demi gunung (Sinai),

Ayat 2

وَكِتَـٰبٍ مَّسْطُورٍ

Wa kitābim masṭūr(in).

demi Kitab yang ditulis

Ayat 3

فِى رَقٍّ مَّنشُورٍ

Fī raqqim mansyūr(in).

pada lembaran yang terbuka,

Ayat 4

وَٱلْبَيْتِ ٱلْمَعْمُورِ

Wal-baitil-ma‘mūr(i).

demi Baitulmakmur,703)

Ayat 5

وَٱلسَّقْفِ ٱلْمَرْفُوعِ

Was-saqfil-marfū‘(i).

demi atap yang ditinggikan (langit),

Ayat 6

وَٱلْبَحْرِ ٱلْمَسْجُورِ

Wal-baḥril-masjūr(i).

dan demi lautan yang dipanaskan (di dalamnya ada api),

Ayat 7

إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَٰقِعٌ

Inna ‘ażāba rabbika lawāqi‘(un).

sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi.

Ayat 8

مَّا لَهُۥ مِن دَافِعٍ

Mā lahū min dāfi‘(in).

Tidak ada sesuatu pun yang dapat menolaknya.

Ayat 9

يَوْمَ تَمُورُ ٱلسَّمَآءُ مَوْرًا

Yauma tamūrus-samā'u maurā(n).

(Azab Tuhanmu terjadi) pada hari (ketika) langit berguncang sekeras-kerasnya

Ayat 10

وَتَسِيرُ ٱلْجِبَالُ سَيْرًا

Wa tasīrul-jibālu sairā(n).

dan gunung-gunung bergerak dengan dahsyat.

Ayat 11

فَوَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ

Fawailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).

Maka, pada hari itu celakalah orang-orang yang mendustakan,

Ayat 12

ٱلَّذِينَ هُمْ فِى خَوْضٍ يَلْعَبُونَ

Allażīna hum fī khauḍiy yal‘abūn(a).

(yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan (perbuatan dosa).

Ayat 13

يَوْمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا

Yauma yuda‘‘ūna ilā nāri jahannama da‘‘ā(n).

(Azab Tuhanmu terjadi) pada hari (ketika) mereka dicampakkan ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya.

Ayat 14

هَـٰذِهِ ٱلنَّارُ ٱلَّتِى كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ

Hāżihin-nārul-latī kuntum bihā tukażżibūn(a).

(Dikatakan kepada mereka,) “Inilah neraka yang dahulu kamu dustakan.”

Ayat 15

أَفَسِحْرٌ هَـٰذَآ أَمْ أَنتُمْ لَا تُبْصِرُونَ

Afasiḥrun hāżā am antum lā tubṣirūn(a).

Apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?

Ayat 16

ٱصْلَوْهَا فَٱصْبِرُوٓا۟ أَوْ لَا تَصْبِرُوا۟ سَوَآءٌ عَلَيْكُمْ ۖ إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Iṣlauhā faṣbirū au lā taṣbirū, sawā'un ‘alaikum, innamā tujzauna mā kuntum ta‘malūn(a).

Masuklah ke dalamnya (dan rasakan panas apinya)! Baik kamu bersabar atau tidak, sama saja (tidak ada manfaatnya)bagimu. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan.

Ayat 17

إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّـٰتٍ وَنَعِيمٍ

Innal-muttaqīna fī jannātiw wa na‘īm(in).

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan.

Ayat 18

فَـٰكِهِينَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمْ رَبُّهُمْ وَوَقَىٰهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ ٱلْجَحِيمِ

Fākihīna bimā ātāhum rabbuhum, wa waqāhum rabbuhum ‘ażābal-jaḥīm(i).

Mereka bersuka ria dengan apa yang Tuhan anugerahkan kepada mereka. Tuhan menjaga mereka dari azab (neraka) Jahim.

Ayat 19

كُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ هَنِيٓـًٔۢا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Kulū wasyrabū hanī'am bimā kuntum ta‘malūn(a).

(Dikatakan kepada mereka,) “Makan dan minumlah dengan nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan!”

Ayat 20

مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ سُرُرٍ مَّصْفُوفَةٍ ۖ وَزَوَّجْنَـٰهُم بِحُورٍ عِينٍ

Muttaki'īna ‘alā sururim maṣfūfah(tin), wa zawwajnāhum biḥūrin ‘īn(in).

Mereka bertelekan di atas dipan-dipan yang tersusun dan Kami menganugerahkan kepada mereka pasangan, yaitu bidadari yang bermata indah.

Ayat 21

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَـٰنٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ أَلَتْنَـٰهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍ ۚ كُلُّ ٱمْرِئٍۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

Wal-lażīna āmanū wattaba‘athum żurriyyatuhum bi'īmānin alḥaqnā bihim żurriyyatahum wa mā alatnāhum min ‘amalihim min syai'(in), kullumri'im bimā kasaba rahīn(un).

Orang-orang yang beriman dan anak cucunya mengikuti mereka dalam keimanan, Kami akan mengumpulkan anak cucunya itu dengan mereka (di dalam surga). Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.

Ayat 22

وَأَمْدَدْنَـٰهُم بِفَـٰكِهَةٍ وَلَحْمٍ مِّمَّا يَشْتَهُونَ

Wa amdadnāhum bifākihatiw wa laḥmim mimmā yasytahūn(a).

Kami menganugerahkan kepada mereka tambahan (kenikmatan) berupa buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka inginkan.

Ayat 23

يَتَنَـٰزَعُونَ فِيهَا كَأْسًا لَّا لَغْوٌ فِيهَا وَلَا تَأْثِيمٌ

Yatanāza‘ūna fīhā ka'sal lā lagwun fīhā wa lā ta'ṡīm(un).

Di dalam (surga) itu mereka saling mengulurkan gelas (yang isinya) tidak (menimbulkan) ucapan atau sikap yang tidak berfaedah dan tidak pula (menimbulkan) perbuatan dosa.

Ayat 24

۞ وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ غِلْمَانٌ لَّهُمْ كَأَنَّهُمْ لُؤْلُؤٌ مَّكْنُونٌ

Wa yaṭūfu ‘alaihim gilmānul lahum ka'annahum lu'lu'um maknūn(un).

Di sekitar mereka ada anak-anak muda belia berkeliling untuk (melayani) mereka, seakan-akan (anak muda belia) itu bagaikan mutiara yang tersimpan.

Ayat 25

وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَآءَلُونَ

Wa aqbala ba‘ḍuhum ‘alā ba‘ḍiy yatasā'alūn(a).

Sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling bertegur sapa.

Ayat 26

قَالُوٓا۟ إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِىٓ أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ

Qālū innā kunnā qablu fī ahlinā musyfiqīn(a).

Mereka berkata, “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami, adalah orang yang takut (ditimpa azab Allah).

Ayat 27

فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَىٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ

Fa mannallāhu ‘alainā wa waqānā ‘ażābas-samūm(i).

Allah menganugerahkan karunia kepada kami dan menjaga kami dari azab neraka.

Ayat 28

إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْبَرُّ ٱلرَّحِيمُ

Innā kunnā min qablu nad‘ūh(u), innahū huwal-barrur-raḥīm(u).

Sesungguhnya kami menyembah-Nya sejak dahulu. Sesungguhnya hanya Dialah Yang Maha Luas kebajikan-Nya lagi Maha Penyayang.”

Ayat 29

فَذَكِّرْ فَمَآ أَنتَ بِنِعْمَتِ رَبِّكَ بِكَاهِنٍ وَلَا مَجْنُونٍ

Fa żakkir famā anta bini‘mati rabbika bikāhiniw wa lā majnūn(in).

(Wahai Nabi Muhammad,) teruslah menyampaikan peringatan karena berkat nikmat Tuhanmulah, engkau bukan seorang tukang tenung dan bukan pula orang gila!

Ayat 30

أَمْ يَقُولُونَ شَاعِرٌ نَّتَرَبَّصُ بِهِۦ رَيْبَ ٱلْمَنُونِ

Am yaqūlūna syā‘irin natarabbaṣu bihī raibal-manūn(i).

Bahkan, mereka (orang musyrik Makkah) berkata, “Dia (Nabi Muhammad) adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya.”

← Kembali ke Daftar Surah