قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ
Qad aflaḥal-mu'minūn(a).
Sungguh, beruntunglah orang-orang mukmin.
Halaman ini berisi teks Arab Al-Quran untuk Juz 18 dengan navigasi cepat per ayat dan dukungan audio murottal.
قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ
Qad aflaḥal-mu'minūn(a).
Sungguh, beruntunglah orang-orang mukmin.
ٱلَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَـٰشِعُونَ
Allażīna hum fī ṣalātihim khāsyi‘ūn(a).
(Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya,
وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنِ ٱللَّغْوِ مُعْرِضُونَ
Wal-lażīna hum anil-lagwi muriḍūn(a).
orang-orang yang meninggalkan (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,
وَٱلَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَوٰةِ فَـٰعِلُونَ
Wal-lażīna hum liz-zakāti fā‘ilūn(a).
orang-orang yang menunaikan zakat,
وَٱلَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَـٰفِظُونَ
Wal-lażīna hum lifurūjihim ḥāfiẓūn(a).
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
إِلَّا عَلَىٰٓ أَزْوَٰجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ
Illā ‘alā azwājihim au mā malakat aimānuhum fa innahum gairu malūmīn(a).
kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki.506) Sesungguhnya mereka tidak tercela (karena menggaulinya).
فَمَنِ ٱبْتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْعَادُونَ
Famanibtagā warā'a żālika fa ulā'ika humul-‘ādūn(a).
Maka, siapa yang mencari (pelampiasan syahwat) selain itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
وَٱلَّذِينَ هُمْ لِأَمَـٰنَـٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَٰعُونَ
Wal-lażīna hum li'amānātihim wa ‘ahdihim rā‘ūn(a).
(Sungguh beruntung pula) orang-orang yang memelihara amanat dan janji mereka
وَٱلَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمْ يُحَافِظُونَ
Wal-lażīna hum ‘alā ṣalawātihim yuḥāfiẓūn(a).
serta orang-orang yang memelihara salat mereka.
أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْوَٰرِثُونَ
Ulā'ika humul-wāriṡūn(a).
Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi.
ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ
Allażīna yariṡūnal-firdaus(a), hum fīhā khālidūn(a).
(Yaitu) orang-orang yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ مِن سُلَـٰلَةٍ مِّن طِينٍ
Wa laqad khalaqnal-insāna min sulālatim min ṭīn(in).
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari sari pati (yang berasal) dari tanah.
ثُمَّ جَعَلْنَـٰهُ نُطْفَةً فِى قَرَارٍ مَّكِينٍ
Ṡumma ja‘alnāhu nuṭfatan fī qarārim makīn(in).
Kemudian, Kami menjadikannya air mani di dalam tempat yang kukuh (rahim).
ثُمَّ خَلَقْنَا ٱلنُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا ٱلْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا ٱلْمُضْغَةَ عِظَـٰمًا فَكَسَوْنَا ٱلْعِظَـٰمَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَـٰهُ خَلْقًا ءَاخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحْسَنُ ٱلْخَـٰلِقِينَ
Ṡumma khalaqnan-nuṭfata ‘alaqatan fa khalaqnal-‘alaqata muḍgatan fa khalaqnal-muḍgata ‘iẓāman fa kasaunal-‘iẓāma laḥmā(n), ṡumma ansya'nāhu khalqan ākhar(a), fa tabārakallāhu aḥsanul-khāliqīn(a).
Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang menggantung (darah). Lalu, sesuatu yang menggantung itu Kami jadikan segumpal daging. Lalu, segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah sebaik-baik pencipta.
ثُمَّ إِنَّكُم بَعْدَ ذَٰلِكَ لَمَيِّتُونَ
Ṡumma innakum ba‘da żālika lamayyitūn(a).
Kemudian, sesungguhnya kamu setelah itu benar-benar akan mati.