وَٱلشَّمْسِ وَضُحَىٰهَا
Wasy-syamsi wa ḍuḥāhā.
Demi matahari dan sinarnya pada waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),
Baca Al-Quran Halaman 595 memuat Ash-Shams ayat 1-15, Al-Layl ayat 1-14 dengan teks Arab jelas, terjemahan bahasa Indonesia, dan audio murottal per ayat.
وَٱلشَّمْسِ وَضُحَىٰهَا
Wasy-syamsi wa ḍuḥāhā.
Demi matahari dan sinarnya pada waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),
وَٱلْقَمَرِ إِذَا تَلَىٰهَا
Wal-qamari iżā talāhā.
demi bulan saat mengiringinya,
وَٱلنَّهَارِ إِذَا جَلَّىٰهَا
Wan-nahāri iżā jallāhā.
demi siang saat menampakkannya,
وَٱلَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰهَا
Wal-laili iżā yagsyāhā.
demi malam saat menutupinya (gelap gulita),
وَٱلسَّمَآءِ وَمَا بَنَىٰهَا
Was-samā'i wa mā banāhā.
demi langit serta pembuatannya,
وَٱلْأَرْضِ وَمَا طَحَىٰهَا
Wal-arḍi wa mā ṭaḥāhā.
demi bumi serta penghamparannya,
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّىٰهَا
Wa nafsiw wa mā sawwāhā.
dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-nya,
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَىٰهَا
Fa alhamahā fujūrahā wa taqwāhā.
lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّىٰهَا
Qad aflaḥa man zakkāhā.
sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)
وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا
Wa qad khāba man dassāhā.
dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.
كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَىٰهَآ
Każżabat ṡamūdu biṭagwāhā.
(Kaum) Samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas
إِذِ ٱنۢبَعَثَ أَشْقَىٰهَا
Iżimba‘aṡa asyqāhā.
ketika orang yang paling celaka di antara mereka bangkit (untuk menyembelih unta betina Allah).
فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ ٱللَّهِ نَاقَةَ ٱللَّهِ وَسُقْيَـٰهَا
Fa qāla lahum rasūlullāhi nāqatallāhi wa suqyāhā.
Rasul Allah (Saleh) lalu berkata kepada mereka, “(Biarkanlah) unta betina Allah ini beserta minumannya.”
فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُم بِذَنۢبِهِمْ فَسَوَّىٰهَا
Fa każżabūhu fa ‘aqarūhā fa damdama ‘alaihim rabbuhum biżambihim fa sawwāhā.
Namun, mereka kemudian mendustakannya (Saleh) dan menyembelih (unta betina) itu. Maka, Tuhan membinasakan mereka karena dosa-dosanya, lalu meratakan mereka (dengan tanah).
وَلَا يَخَافُ عُقْبَـٰهَا
Wa lā yakhāfu ‘uqbāhā.
Dia tidak takut terhadap akibatnya.
وَٱلَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ
Wal-laili iżā yagsyā.
Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),
وَٱلنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ
Wan-nahāri iżā tajallā.
demi siang apabila terang benderang,
وَمَا خَلَقَ ٱلذَّكَرَ وَٱلْأُنثَىٰٓ
Wa mā khalaqaż-żakara wal-unṡā.
dan demi penciptaan laki-laki dan perempuan,
إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ
Inna sa‘yakum lasyattā.
sesungguhnya usahamu benar-benar beraneka ragam.
فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَٱتَّقَىٰ
Fa ammā man a‘ṭā wattaqā.
Siapa yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa
وَصَدَّقَ بِٱلْحُسْنَىٰ
Wa ṣaddaqa bil-ḥusnā.
serta membenarkan adanya (balasan) yang terbaik (surga),
فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْيُسْرَىٰ
Fa sanuyassiruhū lil-yusrā.
Kami akan melapangkan baginya jalan kemudahan (kebahagiaan).
وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَٱسْتَغْنَىٰ
Wa ammā man bakhila wastagnā.
Adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah)
وَكَذَّبَ بِٱلْحُسْنَىٰ
Wa każżaba bil-ḥusnā.
serta mendustakan (balasan) yang terbaik,
فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْعُسْرَىٰ
Fa sanuyassiruhū lil-‘usrā.
Kami akan memudahkannya menuju jalan kesengsaraan.
وَمَا يُغْنِى عَنْهُ مَالُهُۥٓ إِذَا تَرَدَّىٰٓ
Wa mā yugnī ‘anhu māluhū iżā taraddā.
Hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa.
إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰ
Inna ‘alainā lal-hudā.
Sesungguhnya Kamilah yang (berhak) memberi petunjuk.
وَإِنَّ لَنَا لَلْـَٔاخِرَةَ وَٱلْأُولَىٰ
Wa inna lanā lal-ākhirata wal-ūlā.
Sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia.
فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ
Fa anżartukum nāran talaẓẓā.
Aku memperingatkanmu dengan neraka yang menyala-nyala.