Al Quran Halaman 588 (Surah Al-Mutaffifin)

Baca Al-Quran Halaman 588 memuat Al-Mutaffifin ayat 7-34 dengan teks Arab jelas, terjemahan bahasa Indonesia, dan audio murottal per ayat.

Kandungan Halaman 588

  • Surah Al-Mutaffifin (المطففين) ayat 7-34 Baca

Teks Lengkap Ayat Halaman 588

Al-Mutaffifin ayat 7

كَلَّآ إِنَّ كِتَـٰبَ ٱلْفُجَّارِ لَفِى سِجِّينٍ

Kallā inna kitābal-fujjāri lafī sijjīn(in).

Jangan sekali-kali begitu! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka benar-benar (tersimpan) dalam Sijjīn.748)

Al-Mutaffifin ayat 8

وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا سِجِّينٌ

Wa mā adrāka mā sijjīn(un).

Tahukah engkau apakah Sijjīn itu?

Al-Mutaffifin ayat 9

كِتَـٰبٌ مَّرْقُومٌ

Kitābum marqūm(un).

(Ia adalah) kitab yang berisi catatan (amal).

Al-Mutaffifin ayat 10

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ

Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).

Celakalah pada hari itu bagi para pendusta,

Al-Mutaffifin ayat 11

ٱلَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ ٱلدِّينِ

Allażīna yukażżibūna biyaumid-dīn(i).

yaitu orang-orang yang mendustakan hari Pembalasan.

Al-Mutaffifin ayat 12

وَمَا يُكَذِّبُ بِهِۦٓ إِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ

Wa mā yukażżibu bihī illā kullu mu‘tadin aṡīm(in).

Tidak ada yang mendustakannya, kecuali setiap orang yang melampaui batas lagi sangat berdosa.

Al-Mutaffifin ayat 13

إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَـٰتُنَا قَالَ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

Iżā tutlā ‘alaihi āyātunā qāla asāṭīrul-awwalīn(a).

Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, “(Itu adalah) dongeng orang-orang dahulu.”

Al-Mutaffifin ayat 14

كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Kallā bal…rāna ‘alā qulūbihim mā kānū yaksibūn(a).

Sekali-kali tidak! Bahkan, apa yang selalu mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.

Al-Mutaffifin ayat 15

كَلَّآ إِنَّهُمْ عَن رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّمَحْجُوبُونَ

Kallā innahum ‘ar rabbihim yauma'iżil lamaḥjūbūn(a).

Sekali-kali tidak!749) Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (rahmat) Tuhannya.

Al-Mutaffifin ayat 16

ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُوا۟ ٱلْجَحِيمِ

Ṡumma innahum laṣālul-jaḥīm(i).

Sesungguhnya mereka kemudian benar-benar masuk (neraka) Jahim.

Al-Mutaffifin ayat 17

ثُمَّ يُقَالُ هَـٰذَا ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ

Ṡumma yuqālu hāżal-lażī kuntum bihī tukażżibūn(a).

Lalu dikatakan (kepada mereka), “Inilah (azab) yang selalu kamu dustakan.”

Al-Mutaffifin ayat 18

كَلَّآ إِنَّ كِتَـٰبَ ٱلْأَبْرَارِ لَفِى عِلِّيِّينَ

Kallā inna kitābal-abrāri lafī ‘illiyyīn(a).

Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam ‘Illiyyīn.750)

Al-Mutaffifin ayat 19

وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا عِلِّيُّونَ

Wa mā adrāka mā ‘illiyyūn(a).

Tahukah engkau apakah ‘Illiyyīn itu?

Al-Mutaffifin ayat 20

كِتَـٰبٌ مَّرْقُومٌ

Kitābum marqūm(un).

(Itulah) kitab yang berisi catatan (amal)

Al-Mutaffifin ayat 21

يَشْهَدُهُ ٱلْمُقَرَّبُونَ

Yasyhaduhul-muqarrabūn(a).

yang disaksikan oleh (malaikat-malaikat) yang didekatkan (kepada Allah).

Al-Mutaffifin ayat 22

إِنَّ ٱلْأَبْرَارَ لَفِى نَعِيمٍ

Innal-abrāra lafī na‘īm(in).

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan.

Al-Mutaffifin ayat 23

عَلَى ٱلْأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ

‘Alal-arā'iki yanẓurūn(a).

Mereka (duduk) di atas dipan-dipan (sambil) melepas pandangan.

Al-Mutaffifin ayat 24

تَعْرِفُ فِى وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ ٱلنَّعِيمِ

Ta‘rifu fī wujūhihim naḍratan na‘īm(i).

Engkau dapat mengetahui pada wajah mereka gemerlapnya kenikmatan.

Al-Mutaffifin ayat 25

يُسْقَوْنَ مِن رَّحِيقٍ مَّخْتُومٍ

Yusqauna mir raḥīqim makhtūm(in).

Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih diberi lak (sebagai jaminan keasliannya).

Al-Mutaffifin ayat 26

خِتَـٰمُهُۥ مِسْكٌ ۚ وَفِى ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ ٱلْمُتَنَـٰفِسُونَ

Khitāmuhū misk(un), wa fī żālika falyatanāfasil-mutanāfisūn(a).

Laknya terbuat dari kasturi. Untuk (mendapatkan) yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.

Al-Mutaffifin ayat 27

وَمِزَاجُهُۥ مِن تَسْنِيمٍ

Wa mizājuhū min tasnīm(in).

Campurannya terbuat dari tasnīm,

Al-Mutaffifin ayat 28

عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا ٱلْمُقَرَّبُونَ

‘Ainay yasyrabu bihal-muqarrabūn(a).

(yaitu) mata air yang diminum oleh mereka yang didekatkan (kepada Allah).

Al-Mutaffifin ayat 29

إِنَّ ٱلَّذِينَ أَجْرَمُوا۟ كَانُوا۟ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يَضْحَكُونَ

Innal-lażīna ajramū kānū minal-lażīna āmanū yaḍḥakūn(a).

Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulu selalu mentertawakan orang-orang yang beriman.

Al-Mutaffifin ayat 30

وَإِذَا مَرُّوا۟ بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ

Wa iżā marrū bihim yatagāmazūn(a).

Apabila mereka (orang-orang yang beriman) melintas di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya.

Al-Mutaffifin ayat 31

وَإِذَا ٱنقَلَبُوٓا۟ إِلَىٰٓ أَهْلِهِمُ ٱنقَلَبُوا۟ فَكِهِينَ

Wa iżanqalabū ilā ahlihimunqalabū fakihīn(a).

Apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria (dan sombong).

Al-Mutaffifin ayat 32

وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ لَضَآلُّونَ

Wa iżā ra'auhum qālū inna hā'ulā'i laḍāllūn(a).

Apabila melihat (orang-orang mukmin), mereka mengatakan, “Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat,”

Al-Mutaffifin ayat 33

وَمَآ أُرْسِلُوا۟ عَلَيْهِمْ حَـٰفِظِينَ

Wa mā ursilū ‘alaihim ḥāfiẓīn(a).

padahal mereka (orang-orang yang berdosa itu) tidak diutus sebagai penjaga (orang-orang mukmin).

Al-Mutaffifin ayat 34

فَٱلْيَوْمَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنَ ٱلْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ

Fal-yaumal-lażīna āmanū minal kuffāri yaḍḥakūn(a).

Pada hari ini (hari Kiamat), orang-orang yang berimanlah yang mentertawakan orang-orang kafir.