Al Quran Halaman 568 (Surah Al-Haqqah, Al-Ma'arij)

Baca Al-Quran Halaman 568 memuat Al-Haqqah ayat 35-52, Al-Ma'arij ayat 1-10 dengan teks Arab jelas, terjemahan bahasa Indonesia, dan audio murottal per ayat.

Kandungan Halaman 568

  • Surah Al-Haqqah (الحاقة) ayat 35-52 Baca
  • Surah Al-Ma'arij (المعارج) ayat 1-10 Baca

Teks Lengkap Ayat Halaman 568

Al-Haqqah ayat 35

فَلَيْسَ لَهُ ٱلْيَوْمَ هَـٰهُنَا حَمِيمٌ

Fa laisa lahul-yauma hāhunā ḥamīm(un).

Maka, pada hari ini tidak ada seorang pun teman setia baginya di sini (neraka).

Al-Haqqah ayat 36

وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ

Wa lā ṭa‘āmun illā min gislīn(in).

Tidak ada makanan (baginya), kecuali dari darah dan nanah.

Al-Haqqah ayat 37

لَّا يَأْكُلُهُۥٓ إِلَّا ٱلْخَـٰطِـُٔونَ

Lā ya'kuluhū illal-khāṭi'ūn(a).

Tidak ada yang memakannya, kecuali para pendosa.”

Al-Haqqah ayat 38

فَلَآ أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ

Falā uqsimu bimā tubṣirūn(a).

Maka, Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat

Al-Haqqah ayat 39

وَمَا لَا تُبْصِرُونَ

Wa mā lā tubṣirūn(a).

dan demi apa yang tidak kamu lihat,

Al-Haqqah ayat 40

إِنَّهُۥ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ

Innahū laqaulu rasūlin karīm(in).

sesungguhnya ia (Al-Qur’an) itu benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia.

Al-Haqqah ayat 41

وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ ۚ قَلِيلًا مَّا تُؤْمِنُونَ

Wa mā huwa biqauli syā‘ir(in), qalīlam mā tu'minūn(a).

Ia (Al-Qur’an) bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman (kepadanya).

Al-Haqqah ayat 42

وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍ ۚ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ

Wa lā biqauli kāhin(in), qalīlam mā tażakkarūn(a).

(Al-Qur’an) bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran (darinya).

Al-Haqqah ayat 43

تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Tanzīlum mir rabbil-‘ālamīn(a).

(Al-Qur’an itu) diturunkan dari Tuhan semesta alam.

Al-Haqqah ayat 44

وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ ٱلْأَقَاوِيلِ

Wa lau taqawwala ‘alainā ba‘ḍal-aqāwīl(i).

Sekiranya dia (Nabi Muhammad) mengada-adakan sebagian saja perkataan atas (nama) Kami,

Al-Haqqah ayat 45

لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِٱلْيَمِينِ

La'akhażnā minhu bil-yamīn(i).

niscaya Kami benar-benar menyiksanya dengan penuh kekuatan.

Al-Haqqah ayat 46

ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ ٱلْوَتِينَ

Ṡumma laqaṭa‘nā minhul-watīn(a).

Kemudian, Kami benar-benar memotong urat nadinya.

Al-Haqqah ayat 47

فَمَا مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَـٰجِزِينَ

Famā minkum min aḥadin ‘anhu ḥājizīn(a).

Maka, tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami) darinya (pemotongan urat nadi itu).

Al-Haqqah ayat 48

وَإِنَّهُۥ لَتَذْكِرَةٌ لِّلْمُتَّقِينَ

Wa innahū latażkiratul lil-muttaqīn(a).

Sesungguhnya ia (Al-Qur’an itu) benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

Al-Haqqah ayat 49

وَإِنَّا لَنَعْلَمُ أَنَّ مِنكُم مُّكَذِّبِينَ

Wa innā lana‘lamu anna minkum mukażżibīn(a).

Sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada para pendusta.

Al-Haqqah ayat 50

وَإِنَّهُۥ لَحَسْرَةٌ عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ

Wa innahū laḥasratun ‘alal-kāfirīn(a).

Sesungguhnya ia (pendustaan terhadap Al-Qur’an) benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).

Al-Haqqah ayat 51

وَإِنَّهُۥ لَحَقُّ ٱلْيَقِينِ

Wa innahū laḥaqqul-yaqīn(i).

Sesungguhnya ia (Al-Qur’an itu) adalah kebenaran yang meyakinkan.

Al-Haqqah ayat 52

فَسَبِّحْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلْعَظِيمِ

Fa sabbiḥ bismi rabbikal-‘aẓīm(i).

Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung.

Al-Ma'arij ayat 1

سَأَلَ سَآئِلٌۢ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ

Sa'ala sā'ilum bi‘ażābiw wāqi‘(in).

Seseorang (dengan nada mengejek) meminta (didatangkan) azab yang pasti akan terjadi

Al-Ma'arij ayat 2

لِّلْكَـٰفِرِينَ لَيْسَ لَهُۥ دَافِعٌ

Lil-kāfirīna laisa lahū dāfi‘(un).

bagi orang-orang kafir. Tidak seorang pun yang dapat menolaknya (azab)

Al-Ma'arij ayat 3

مِّنَ ٱللَّهِ ذِى ٱلْمَعَارِجِ

Minallāhi żil-ma‘ārij(i).

dari Allah, Pemilik tempat-tempat (untuk) naik.

Al-Ma'arij ayat 4

تَعْرُجُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُۥ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Ta‘rujul-malā'ikatu war-rūḥu ilaihi fī yaumin kāna miqdāruhū khamsīna alfa sanah(tin).

Para malaikat dan Rūḥ (Jibril) naik (menghadap) kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.722)

Al-Ma'arij ayat 5

فَٱصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا

Faṣbir ṣabran jamīlā(n).

Maka, bersabarlah dengan kesabaran yang baik.

Al-Ma'arij ayat 6

إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُۥ بَعِيدًا

Innahum yaraunahū ba‘īdā(n).

Sesungguhnya mereka memandangnya (siksaan itu) jauh (mustahil terjadi),

Al-Ma'arij ayat 7

وَنَرَىٰهُ قَرِيبًا

Wa narāhu qarībā(n).

sedangkan Kami memandangnya dekat (pasti terjadi).

Al-Ma'arij ayat 8

يَوْمَ تَكُونُ ٱلسَّمَآءُ كَٱلْمُهْلِ

Yauma takūnus-samā'u kal-muhl(i).

(Siksaan itu datang) pada hari (ketika) langit menjadi seperti luluhan perak,

Al-Ma'arij ayat 9

وَتَكُونُ ٱلْجِبَالُ كَٱلْعِهْنِ

Wa takūnul-jibālu kal-‘ihn(i).

gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang beterbangan),

Al-Ma'arij ayat 10

وَلَا يَسْـَٔلُ حَمِيمٌ حَمِيمًا

Wa lā yas'alu ḥamīmun ḥamīmā(n).

dan tidak ada seorang pun teman setia yang menanyakan temannya,