Al Quran Halaman 565 (Surah Al-Qalam)

Baca Al-Quran Halaman 565 memuat Al-Qalam ayat 16-42 dengan teks Arab jelas, terjemahan bahasa Indonesia, dan audio murottal per ayat.

Kandungan Halaman 565

  • Surah Al-Qalam (القلم) ayat 16-42 Baca

Teks Lengkap Ayat Halaman 565

Al-Qalam ayat 16

سَنَسِمُهُۥ عَلَى ٱلْخُرْطُومِ

Sanasimuhū ‘alal-khurṭūm(i).

Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai (hidung)-nya.

Al-Qalam ayat 17

إِنَّا بَلَوْنَـٰهُمْ كَمَا بَلَوْنَآ أَصْحَـٰبَ ٱلْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا۟ لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ

Innā balaunāhum kamā balaunā aṣḥābal-jannah(ti), iż aqsamū layaṣrimunnahā muṣbiḥīn(a).

Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (orang musyrik Makkah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun ketika mereka bersumpah bahwa mereka pasti akan memetik (hasil)-nya pada pagi hari,

Al-Qalam ayat 18

وَلَا يَسْتَثْنُونَ

Wa lā yastaṡnūn(a).

tetapi mereka tidak mengecualikan (dengan mengucapkan, “Insyaallah”).

Al-Qalam ayat 19

فَطَافَ عَلَيْهَا طَآئِفٌ مِّن رَّبِّكَ وَهُمْ نَآئِمُونَ

Fa ṭāfa ‘alaihā ṭā'ifum mir rabbika wa hum nā'imūn(a).

Lalu, kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.

Al-Qalam ayat 20

فَأَصْبَحَتْ كَٱلصَّرِيمِ

Fa aṣbaḥat kaṣ-ṣarīm(i).

Maka, jadilah kebun itu hitam (karena terbakar) seperti malam yang gelap gulita.

Al-Qalam ayat 21

فَتَنَادَوْا۟ مُصْبِحِينَ

Fa tanādau muṣbiḥīn(a).

Lalu, mereka saling memanggil pada pagi hari,

Al-Qalam ayat 22

أَنِ ٱغْدُوا۟ عَلَىٰ حَرْثِكُمْ إِن كُنتُمْ صَـٰرِمِينَ

Anigdū ‘alā ḥarṡikum in kuntum ṣārimīn(a).

“Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik hasil.”

Al-Qalam ayat 23

فَٱنطَلَقُوا۟ وَهُمْ يَتَخَـٰفَتُونَ

Fanṭalaqū wa hum yatakhāfatūn(a).

Mereka pun berangkat sambil berbisik-bisik,

Al-Qalam ayat 24

أَن لَّا يَدْخُلَنَّهَا ٱلْيَوْمَ عَلَيْكُم مِّسْكِينٌ

Allā yadkhulannahal-yauma ‘alaikum miskīn(un).

“Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin yang masuk ke dalam kebunmu.”

Al-Qalam ayat 25

وَغَدَوْا۟ عَلَىٰ حَرْدٍ قَـٰدِرِينَ

Wa gadau ‘alā ḥardin qādirīn(a).

Berangkatlah mereka pada pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin). Mereka mengira mampu (melakukan hal itu).

Al-Qalam ayat 26

فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوٓا۟ إِنَّا لَضَآلُّونَ

Falammā ra'auhā qālū innā laḍāllūn(a).

Ketika melihat kebun itu, mereka berkata, “Sesungguhnya kita benar-benar orang sesat.

Al-Qalam ayat 27

بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ

Bal naḥnu maḥrūmūn(a).

Bahkan, kita tidak memperoleh apa pun.”

Al-Qalam ayat 28

قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ

Qāla ausaṭuhum alam aqul lakum lau lā tusabbiḥūn(a).

Seorang yang paling bijak di antara mereka berkata, “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?”

Al-Qalam ayat 29

قَالُوا۟ سُبْحَـٰنَ رَبِّنَآ إِنَّا كُنَّا ظَـٰلِمِينَ

Qālū subḥāna rabbinā innā kunnā ẓālimīn(a).

Mereka mengucapkan, “Maha Suci Tuhan kami. Sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.”

Al-Qalam ayat 30

فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَلَـٰوَمُونَ

Fa'aqbala ba‘ḍuhum ‘alā ba‘ḍiy yatalāwamūn(a).

Mereka saling berhadapan dengan saling mencela.

Al-Qalam ayat 31

قَالُوا۟ يَـٰوَيْلَنَآ إِنَّا كُنَّا طَـٰغِينَ

Qālū yā wailanā innā kunnā ṭāgīn(a).

Mereka berkata, “Aduh celaka kita! Sesungguhnya kita adalah orang-orang yang melampaui batas.

Al-Qalam ayat 32

عَسَىٰ رَبُّنَآ أَن يُبْدِلَنَا خَيْرًا مِّنْهَآ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا رَٰغِبُونَ

‘Asā rabbunā ay yubdilanā khairam minhā innā ilā rabbinā rāgibūn(a).

Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan yang lebih baik daripadanya. Sesungguhnya kita mengharapkan (ampunan dan kebaikan) Tuhan kita.”

Al-Qalam ayat 33

كَذَٰلِكَ ٱلْعَذَابُ ۖ وَلَعَذَابُ ٱلْـَٔاخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ

Każālikal-‘ażāb(u), wa la‘ażābul-ākhirati akbar(u), lau kānū ya‘lamūn(a).

Seperti itulah azab (di dunia). Sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui.

Al-Qalam ayat 34

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِيمِ

Inna lil-muttaqīna ‘inda rabbihim jannātin-na‘īm(i).

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapatkan surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.

Al-Qalam ayat 35

أَفَنَجْعَلُ ٱلْمُسْلِمِينَ كَٱلْمُجْرِمِينَ

Afanaj‘alul-muslimīna kal-mujrimīn(a).

Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam (orang yang tunduk kepada Allah) seperti orang-orang yang pendurhaka (orang kafir)?

Al-Qalam ayat 36

مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ

Mā lakum, kaifa taḥkumūn(a).

Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimana kamu mengambil putusan?

Al-Qalam ayat 37

أَمْ لَكُمْ كِتَـٰبٌ فِيهِ تَدْرُسُونَ

Am lakum kitābun fīhi tadrusūn(a).

Atau, apakah kamu mempunyai kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu pelajari?

Al-Qalam ayat 38

إِنَّ لَكُمْ فِيهِ لَمَا تَخَيَّرُونَ

Inna lakum fīhi lamā takhayyarūn(a).

Sesungguhnya di dalamnya kamu dapat memilih apa saja yang kamu sukai.

Al-Qalam ayat 39

أَمْ لَكُمْ أَيْمَـٰنٌ عَلَيْنَا بَـٰلِغَةٌ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۙ إِنَّ لَكُمْ لَمَا تَحْكُمُونَ

Am lakum aimānun ‘alainā bāligatun ilā yaumil-qiyāmah(ti), inna lakum lamā taḥkumūn(a).

Atau, apakah kamu memperoleh (janji-janji yang diperkuat dengan) sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari Kiamat, (yakni) bahwa kamu dapat mengambil putusan (sekehendakmu)?

Al-Qalam ayat 40

سَلْهُمْ أَيُّهُم بِذَٰلِكَ زَعِيمٌ

Salhum ayyuhum biżālika za‘īm(un).

Tanyakanlah kepada mereka (kaum musyrik) siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap (putusan yang diambil itu).

Al-Qalam ayat 41

أَمْ لَهُمْ شُرَكَآءُ فَلْيَأْتُوا۟ بِشُرَكَآئِهِمْ إِن كَانُوا۟ صَـٰدِقِينَ

Am lahum syurakā'(u), falya'tū bisyurakā'ihim in kānū ṣādiqīn(a).

Atau, apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Kalau begitu, hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka orang-orang benar.

Al-Qalam ayat 42

يَوْمَ يُكْشَفُ عَن سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى ٱلسُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ

Yauma yuksyafu ‘an sāqiw wa yud‘auna ilas-sujūdi falā yastaṭī‘ūn(a).

(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan (yakni huru-hara di hari Kiamat) dan mereka diseru untuk bersujud. Namun, mereka tidak mampu.