Al Quran Halaman 521 (Surah Adh-Dhariyat)

Baca Al-Quran Halaman 521 memuat Adh-Dhariyat ayat 7-30 dengan teks Arab jelas, terjemahan bahasa Indonesia, dan audio murottal per ayat.

Kandungan Halaman 521

  • Surah Adh-Dhariyat (الذاريات) ayat 7-30 Baca

Teks Lengkap Ayat Halaman 521

Adh-Dhariyat ayat 7

وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلْحُبُكِ

Was-samā'i żātil-ḥubuk(i).

  Demi langit yang mempunyai jalan-jalan yang kukuh,700)

Adh-Dhariyat ayat 8

إِنَّكُمْ لَفِى قَوْلٍ مُّخْتَلِفٍ

Innakum lafī qaulim mukhtalif(in).

sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berselisih.701)

Adh-Dhariyat ayat 9

يُؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ أُفِكَ

Yu'faku ‘anhu man ufik(a).

Telah dijauhkan darinya (Al-Qur’an dan Rasul) orang yang dipalingkan.

Adh-Dhariyat ayat 10

قُتِلَ ٱلْخَرَّٰصُونَ

Qutilal-kharrāṣūn(a).

Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta,

Adh-Dhariyat ayat 11

ٱلَّذِينَ هُمْ فِى غَمْرَةٍ سَاهُونَ

Allażīna hum fī gamratin sāhūn(a).

(yaitu) orang-orang yang terbenam (dalam kebodohan) lagi lalai (dari urusan akhirat)!

Adh-Dhariyat ayat 12

يَسْـَٔلُونَ أَيَّانَ يَوْمُ ٱلدِّينِ

Yas'alūna ayyāna yaumud-dīn(i).

Mereka bertanya, “Kapankah hari Pembalasan itu?”

Adh-Dhariyat ayat 13

يَوْمَ هُمْ عَلَى ٱلنَّارِ يُفْتَنُونَ

Yauma hum ‘alan-nāri yuftanūn(a).

(Hari Pembalasan terjadi) pada hari (ketika) mereka diazab dalam api neraka.

Adh-Dhariyat ayat 14

ذُوقُوا۟ فِتْنَتَكُمْ هَـٰذَا ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تَسْتَعْجِلُونَ

Żūqū fitnatakum, hāżal-lażī kuntum bihī tasta‘jilūn(a).

(Dikatakan kepada mereka,) “Rasakanlah azabmu! Inilah azab yang dahulu kamu minta agar disegerakan.”

Adh-Dhariyat ayat 15

إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّـٰتٍ وَعُيُونٍ

Innal-muttaqīna fī jannātiw wa ‘uyūn(in).

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam (surga yang penuh) taman-taman dan mata air.

Adh-Dhariyat ayat 16

ءَاخِذِينَ مَآ ءَاتَىٰهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ

Ākhiżīna mā ātāhum rabbuhum, innahum kānū qabla żālika muḥsinīn(a).

(Di surga) mereka dapat mengambil apa saja yang dianugerahkan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.

Adh-Dhariyat ayat 17

كَانُوا۟ قَلِيلًا مِّنَ ٱلَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

Kānū qalīlam minal-laili mā yahja‘ūn(a).

Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam;

Adh-Dhariyat ayat 18

وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Wa bil-asḥāri hum yastagfirūn(a).

dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).

Adh-Dhariyat ayat 19

وَفِىٓ أَمْوَٰلِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّآئِلِ وَٱلْمَحْرُومِ

Wa fī amwālihim ḥaqqul lis-sā'ili wal-maḥrūm(i).

Pada harta benda mereka ada hak bagi orang miskin yang meminta dan yang tidak meminta.

Adh-Dhariyat ayat 20

وَفِى ٱلْأَرْضِ ءَايَـٰتٌ لِّلْمُوقِنِينَ

Wa fil-arḍi āyātul lil-mūqinīn(a).

Di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin.

Adh-Dhariyat ayat 21

وَفِىٓ أَنفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

Wa fī anfusikum, afalā tubṣirūn(a).

(Begitu juga ada tanda-tanda kebesaran-Nya) pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan?

Adh-Dhariyat ayat 22

وَفِى ٱلسَّمَآءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ

Wa fis-samā'i rizqukum wa mā tū‘adūn(a).

Di langit terdapat pula (hujan yang menjadi sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu.

Adh-Dhariyat ayat 23

فَوَرَبِّ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ إِنَّهُۥ لَحَقٌّ مِّثْلَ مَآ أَنَّكُمْ تَنطِقُونَ

Fa wa rabbis-samā'i wal-arḍi innahū laḥaqqum miṡla mā annakum tanṭiqūn(a).

Maka, demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya (apa yang dijanjikan kepadamu itu) pasti akan nyata seperti (halnya) kamu berucap.

Adh-Dhariyat ayat 24

هَلْ أَتَىٰكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَٰهِيمَ ٱلْمُكْرَمِينَ

Hal atāka ḥadīṡu ḍaifi ibrāhīmal-mukramīn(a).

Sudahkah sampai kepadamu (Nabi Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan?

Adh-Dhariyat ayat 25

إِذْ دَخَلُوا۟ عَلَيْهِ فَقَالُوا۟ سَلَـٰمًا ۖ قَالَ سَلَـٰمٌ قَوْمٌ مُّنكَرُونَ

Iż dakhalū ‘alaihi fa qālū salāmā(n), qāla salām(un), qaumum munkarūn(a).

(Cerita itu bermula) ketika mereka masuk (bertamu) kepadanya, lalu mengucapkan, “Salam.” Ibrahim menjawab, “Salam.” (Mereka) adalah orang-orang yang belum dikenal.

Adh-Dhariyat ayat 26

فَرَاغَ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦ فَجَآءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ

Farāga ilā ahlihī fa jā'a bi‘ijlin samīn(in).

Kemudian, dia (Ibrahim) pergi diam-diam menemui keluarganya, lalu datang (kembali) membawa (daging) anak sapi gemuk (yang dibakar).

Adh-Dhariyat ayat 27

فَقَرَّبَهُۥٓ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ

Fa qarrabahū ilaihim, qāla alā ta'kulūn(a).

Dia lalu menghidangkannya kepada mereka, (tetapi mereka tidak mau makan). Ibrahim berkata, “Mengapa kamu tidak makan?”

Adh-Dhariyat ayat 28

فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۖ قَالُوا۟ لَا تَخَفْ ۖ وَبَشَّرُوهُ بِغُلَـٰمٍ عَلِيمٍ

Fa aujasa minhum khīfah(tan), qālū lā takhaf, wa basysyarūhu bigulāmin ‘alīm(in).

Dia (Ibrahim) menyimpan rasa takut terhadap mereka. Mereka berkata, “Janganlah takut!” Mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (akan kelahiran) seorang anak yang sangat berilmu (Ishaq).

Adh-Dhariyat ayat 29

فَأَقْبَلَتِ ٱمْرَأَتُهُۥ فِى صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوزٌ عَقِيمٌ

Fa aqbalatimra'atuhū fī ṣarratin fa ṣakkat wajhahā wa qālat ‘ajūzun ‘aqīm(un).

Istrinya datang sambil berteriak (terperanjat) lalu menepuk-nepuk wajahnya sendiri dan berkata, “(Aku ini) seorang perempuan tua yang mandul.”

Adh-Dhariyat ayat 30

قَالُوا۟ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْعَلِيمُ

Qālū każālik(i), qāla rabbuk(i), innahū huwal-ḥakīmul-‘alīm(u).

Mereka berkata, “Demikianlah Tuhanmu berfirman. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.”