Al Quran Halaman 269 (Surah An-Nahl)

Baca Al-Quran Halaman 269 memuat An-Nahl ayat 15-26 dengan teks Arab jelas, terjemahan bahasa Indonesia, dan audio murottal per ayat.

Kandungan Halaman 269

  • Surah An-Nahl (النحل) ayat 15-26 Baca

Teks Lengkap Ayat Halaman 269

An-Nahl ayat 15

وَأَلْقَىٰ فِى ٱلْأَرْضِ رَوَٰسِىَ أَن تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَـٰرًا وَسُبُلًا لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Wa alqā fil-arḍi rawāsiya an tamīda bikum wa anhāraw wa subulal la‘allakum tahtadūn(a).

Dia memancangkan gunung-gunung di bumi agar bumi tidak berguncang bersamamu serta (menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.

An-Nahl ayat 16

وَعَلَـٰمَـٰتٍ ۚ وَبِٱلنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ

Wa ‘alāmāt(in), wa bin-najmi hum yahtadūn(a).

(Dia juga menciptakan) tanda-tanda. Dengan bintang-bintang mereka mendapat petunjuk.

An-Nahl ayat 17

أَفَمَن يَخْلُقُ كَمَن لَّا يَخْلُقُ ۗ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Afamay yakhluqu kamal lā yakhluq(u), afalā tażakkarūn(a).

Maka, apakah (Zat) yang (dapat) menciptakan (sesuatu) sama dengan yang tidak (dapat) menciptakan? Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?

An-Nahl ayat 18

وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

Wa in ta‘uddū ni‘matallāhi lā tuḥṣūhā, innallāha lagafūrur raḥīm(un).

Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

An-Nahl ayat 19

وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ

Wallāhu ya‘lamu mā tusirrūna wa mā tu‘linūn(a).

Allah mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu tampakkan.

An-Nahl ayat 20

وَٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَخْلُقُونَ شَيْـًٔا وَهُمْ يُخْلَقُونَ

Wal-lażīna yad‘ūna min dūnillāhi lā yakhluqūna syai'aw wa hum yukhlaqūn(a).

(Berhala-berhala) yang mereka seru selain Allah tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun, bahkan berhala-berhala itu (sendiri) diciptakan (oleh manusia).

An-Nahl ayat 21

أَمْوَٰتٌ غَيْرُ أَحْيَآءٍ ۖ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Amwātun gairu aḥyā'(in), wa mā yasy‘urūna ayyāna yub‘aṡūn(a).

(Berhala-berhala itu benda) mati, tidak hidup, dan tidak mengetahui kapankah mereka (penyembahnya) dibangkitkan.

An-Nahl ayat 22

إِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌ وَٰحِدٌ ۚ فَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ قُلُوبُهُم مُّنكِرَةٌ وَهُم مُّسْتَكْبِرُونَ

Ilāhukum ilāhuw wāḥid(un), fal-lażīna lā yu'minūna bil-ākhirati qulūbuhum munkiratuw wa hum mustakbirūn(a).

Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka, orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat hatinya mengingkari (keesaan Allah). Mereka adalah orang-orang yang sombong.

An-Nahl ayat 23

لَا جَرَمَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْتَكْبِرِينَ

Lā jarama annallāha ya‘lamu mā yusirrūna wa mā yu‘linūn(a), innahū lā yuḥibbul-mustakbirīn(a).

Tidak diragukan lagi bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka tampakkan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang sombong.

An-Nahl ayat 24

وَإِذَا قِيلَ لَهُم مَّاذَآ أَنزَلَ رَبُّكُمْ ۙ قَالُوٓا۟ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

Wa iżā qīla lahum māżā anzala rabbukum, qālū asāṭīrul-awwalīn(a).

Apabila dikatakan kepada mereka, “Apa yang telah Tuhanmu turunkan?” Mereka menjawab, “Dongeng-dongeng orang terdahulu.”

An-Nahl ayat 25

لِيَحْمِلُوٓا۟ أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۙ وَمِنْ أَوْزَارِ ٱلَّذِينَ يُضِلُّونَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ أَلَا سَآءَ مَا يَزِرُونَ

Liyaḥmilū auzārahum kāmilatay yaumal-qiyāmah(ti), wa min auzāril-lażīna yuḍillūnahum bigairi ‘ilm(in), alā sā'a mā yazirūn(a).

(Ucapan mereka) menyebabkan mereka pada hari Kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara utuh dan sebagian dosa orang-orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, alangkah buruknya (dosa) yang mereka pikul.

An-Nahl ayat 26

قَدْ مَكَرَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَأَتَى ٱللَّهُ بُنْيَـٰنَهُم مِّنَ ٱلْقَوَاعِدِ فَخَرَّ عَلَيْهِمُ ٱلسَّقْفُ مِن فَوْقِهِمْ وَأَتَىٰهُمُ ٱلْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ

Qad makaral-lażīna min qablihim fa atallāhu bun-yānahum minal-qawā‘idi fa kharra ‘alaihimus-saqfu min fauqihim wa atāhumul-‘ażābu min ḥaiṡu lā yasy‘urūn(a).

Sungguh, orang-orang sebelum mereka telah mengadakan tipu daya. Maka, Allah menghancurkan rumah-rumah mereka mulai dari fondasinya, lalu atapnya jatuh menimpa mereka dari atas. Azab itu datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari.